Senin, 22 Juni 2009
Membimbing hati
Hati manusia, menurut Imam al Gazalai bercabang-bercabang. Tiap cabang mengjukan hasrat pada untuk kita lakukan. Hasrat itu kadang bertentangan dengan otak dan pemikiran kita. Hasrat itu kadang sangat jauh dari jangkauan kita. Hasrat itu kadang menyuruh kita untuk melakukan apa saja dengan cara apa saja. Hati tidak mengnal batas dan waktu. Dia terus bergolak, mengguncang berbagai konsentrasi yang kita lakukan. itulah dahsyatnya hati. Kata Rasulullah Muhammad SAW, hati mampu mempengaruhi eksistensi seseorang. Orang akan menjadi baik apabila hatinya baik. Begitu sebaliknya orang menjadi jahat, sesat dan durhaka bila hatinya rusak. Begitulah kekuatan hati. Untuk itu agar hati mampu menjadikan kita menjadi orang yang baik, maka diperlukan adanya sebuah bimbingan. Jika hati adalah hasrat hewani yang melekat pada diri kita, maka akal dan pikiran kitalah yang mampu memberikan bimbingan padanya. Mari kita bimbing hati dengan berpikiran positif (positif thingking), membaca segala gejala sosial dengan keheningan pikir dan khusnudlon.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar